WHEN – AN – OBJECT – IS – DROPPED

12:16 AM Ahid Arrusmani 0 Comments


Seandainya saya menjatuhkan sebuah peluru senapan angin dari puncak gedung paling tinggi di dunia dan akhirnya mengenai kepala seseorang, apakah peluru tersebut akan menewaskan orang tersebut?

Tentu saya akan menjawab “Tidak, kawan!!!”…, para pejalan kaki disekitar sears tower di Chicago yang tingginya 443,2 m tidaklah perlu khawatir, aandai kata ada orang paling pemberani pun mugkin hanya akan mengeluarkan umpatan kekesalan saja, namun tidak terdapat bahaya dari eksperimen ilmiah yang mngkin kalian lakukan dari puncak tersebut, ( dan tentunya disini kita tidak akan membahas kemungkinan bila sobat semua menggunakan balon berisi air dalam eksperimen ini, hehehe ~_^)

Lanjut gan,,,,,okay,,,,,mungkin yang muncul dalam benak sobat semua pastilah salah satu pelajaran dari pak guru fisika tentang “percepatan akibat gravitasi”, yang mengatakan kalu sebuah benda yang jatuh dari ketinggian tertentu makin lama akan makin mempunyai kecepatan yang besar, memang begitulah pelajara fisika mengenai gerka benda jatuh bebas. Ketika sebuah benda jatuh, benda tersebut akan terus menerus ditarik oleh gravitasi, maka tidak perduli lajunya, gravitasi akan membuatnya makin cepat dan makin cepat, benda jatuh tersebut mengalami percepatan atau yang sering disebut dengan “akselerasi”.

Dalam skenario seperti ini, kita mungkintidak terkejut jika pellet, BB, atau peluru senapan angin, asal diberi waktu yang cukup untuk jatuh, akhirnya akan meluncur dengan kecepata peluru seoran sniper, atua bahkan secepat cahaya. Perhitungan menggunkan persamaan gravitasi menunjukkan bahwa setelah jatuh dari ketinggian 443,2 m , sebuah benda (apapun benda tersebut) akan meluncur dengan laju sekitar 335 km/jam, oleh sebab itu berhati-hatilahmereka yang sedang berada dibawah menara, hehehe (canda kaliii).

Eeiiitttss…tapi tunggu dulu sobat !!!!, semua tadi menggunakan pengandaian tidak ada apapun diantara orang sinting di atas (anda?) dan sasaran di bawah. Ternyata ada, yaitu udara. Keharusan menyibak udara jelas menyebabkan sebuah benda jatuh mengalami pelambatan. Kalu begitu kondisinya,,berarti sekarang kita mempunyai dua gaya saling berlawanan yaitu gaya gravitasi bumi yang cenderung mempercepat jatuhnya benda dan hambatan udara yang cenderung memperlambat jatuhnya benda tersebut.

Seperti gaya gaya yang saling berlawanan manapu di alam raya ini, kedua gaya tersebut akhirnya menyepakati sebuah kompromi (dalam ensiklopedia bebasnya, hehhe) yang secara matematika pun tetap eksak. Perlambatan oleh udara meniadakan porsi yang sama pada kecepatan gravitasi, dan ini membatais kecepatan jatuh maksimum sebuah benda tidak perduli berapa lama ia jatuh. Benda tersebut akan semakin cepat hanya pada titik tertentu, namun setelah itu ia akan jatuh dengan laju konstan.

Sudah barang tentu hambatan udara akan berbeda- beda yang barang kali akan anda jatuhkan dari puncak gedungn yang tinggi, warning “hambatan akan sangat berkurang bagi seekor ayam yang siap dipanggang, misalnya, disbanding hambatan terhadap ayam yang masih hidup, sehat wal afiat, heheh”. Oleh sebab itu, laju maksimum setiap benda berbeda melalui udara akan berbeda-beda pula, jika udara tidak ada, laju mereka setelah selang waktu yang sama akn sama pula, tidak perduli berat masing-masing semisal seekor sapi yang yang dijatuhkan dari tower BTS telkomsel disbanding dengan seorang anak kecil yang dengan santainya menjatuhkan sebutir upil saat ia sedang asyik-asyiknya mengupil di atas tower tersebut (hayoo..anaknya siapa tu hayoo ngaku!!! hehhe).

Untuk sebuah pellet (bukan peletnya mbah empok dukun lho, ni srius!!) atau sebutir peluru senapan angin, hambatan udara akan sedemikian sehingga laju finalnya sesampai di ketinggian jalan betul-betul tidak membahayakan, termasuk buat kepala yang botak (‘ehmmm….jangan dianggap guyon, hehehe), dan laju maksimum itu akan tercapai setelah menempuh jarka beberapa lantai saja, maka ekspedisi ilmiah ke Chicago sama sekali tidak perlu (lagian mahal ongkos naik pesawat ke sana).

Tentu saja seobat semua harus ingat kalau yang mempengaruhi kekuatan perusakan sebuah benda jatuh bukan hanya laju atau kecepatan melainkan “momentum”, yang mana momentum itu sendiri adalah kombinasi dari kecepatan dan berat. Bahkan walaupunkecepatan akhir sebuah bola bowling yang sobat semua jatuhkan mungkiin tidak secepat peluru, dampaknya terhadap seorang pejalan kaki bias parah sekali karena beratnya.

Mudah mudahan sobat semua sudah mempunyai feeling soal ini, (heheh ~_^)….sampai jumpa lagi sobat di artikel selanjutnya, salam dari ahid arrusmani

You Might Also Like

0 comments:

Please fiil your comments here with polite words